Profil Desa

Tentang Pemerintah Desa Sumberarum

PROFIL DESA SUMBERARUM

  • Sejarah Desa
  1. Asal – usul / legenda desa.

Awal  terbentuknya Desa sumberarum dulu hanya sebuah dukuh yang bernama pandan arum nama tersebut di ambil oleh seseorang dari mentaraman dan beliaulah yang membuka krawang dukuh pandanarum namanya iman aruman dukuh ini pada saat itu ,masih dihuni sedikit penduduk dan masih dalam naungan desa binangun namun lambatlaun dengan seiringnya perkembangan zaman wilayah ini semakin bertambah jumlah penduduknya karena memang tempatnya juga strategis akhirnya menjadi sebuah dusun dibawah pimpinan bapak Djoyo sumito beliau mendapatkan wangsit bahwa dusun pandanarum akan menjadi sebuah desa yang makmur karena areal tanahnya subur untuk dijadikan lahan pertanian

Pada awal tahun 1890 bapak Djoyo sumito mengajukan dusun ini menjadi sebuah desa kepada pemerintah Kabupaten Blitar ,setelah melalui proses yang panjang akhirnya permohonan tersebut dikabulkan ,

Bapak Djoyo sumito di beri mandat untuk menjadi kepala desa , masa kepemimpinannya mulai tahun 1890 – 1915 dan dusun pandanarum di ubah namanya menjadi desa sumberarum.

  1. Sejarah Pemerintahan Desa

Sebagai desa di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia Desa Sumberarum sebagaimana desa-desa yang lain disekitarnya adalah merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Wates. Adapun secara ringkas kondisi pemerintah desa dapat di rinci:

  • Sebelum UU.No.5 Tahun 1979 Tentang Desa .

Pada Saat itu Pemerintahan Desa Memakai tradisi kuno dengan sebutan terhadap petugas desa sebagai Lurah, Carik, Kamituwo, Kebayan, Jogotirto, Jogoboyo dan Modin.

  • Adanya UU.No 5 Tahun 1979

Banyak perubahan terjadi pada struktur Pemerintah Desa yang secara Nasional desa-desa di Indonesia diseragamkan,  sebutan pamong desa dikenal dengan perangkat desa  yang antara lain  perubahan nama-nama jabatan  Kepala Desa (Masa jabatan 8 tahun), Sekretaris Desa, Kepala Urusan dan Kepala Dusun sampai sekarang ini. Sedangkan lembaga legislatif adalah lembaga Musyawarah Desa (LMD).

  • Desa berdasarkan UU.Nomor 5 Tahun 1999

Hal yang menonjol pada masa ini, adalah Jabatan kepala desa menjadi 2 Kali 5 tahun atau 10 (sepuluh) tahun.

Sedangkan Legislatif pada Era ini adalah Badan Perwakilan Desa (BPD).

  • Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004

Masa jabatan Kepala desa menjadai 6 tahun, dan Sekretaris Desa diisi dari pegawai negeri sipil yang ada di Kabupaten /Kota. Sedangkan BPD beralih menjadi Badan Permusyawaratan Desa.

  • Undang-undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014

Masa jabatan Kepala desa menjadai 6 tahun, dan Sekretaris Desa diisi dari pegawai negeri sipil yang ada di Kabupaten /Kota. Sedangkan BPD beralih menjadi Badan Permusyawaratan Desa.

 

  1. Kepemimpinan Desa

Masa orde lama:  Kondisi pemerintah desa pada saat itu masih sangat sederhana, baik dalam menyangkut program-program maupun personal perangkat desanya yang pada saat itu dikenal dengan sebutan Pamong desa atau Bebau desa dengan rata-rata berpendidikan sekolah rakyat (S.R). Kepemimpinan Desa ( Kepala Desa) yang tercatat mulai pada zaman kemerdekaan adalah; Bapak Martodiharjo, Bapak Soedjito, Bapak Suhariyadi, Bapak Sawal dianto,Bapak Sukarlan.

Masa Orde Baru :  Desa Sumberarum  dalam pemerintahan Orde Baru  di isi oleh Lima orang Kepala Desa masing-masing:

  1. Tahun 1935 – 1965 Bapak Martodiharjo
  2. Tahun 1965 – 1990 Bapak Soedjito
  3. Tahun 1990 – 2007 Bapak Suhariyadi sapto yuono
  4. Tahun 2007 – 2014 Bapak Sawal dianto
  5. Tahun 2014 Sampai sekarang Bapak Sukarlan
  1. Pembangunan Desa

Kebijakan pembagunan desa yang menyolok pada saat pemerintahan orde baru adalah sangat ditentukan oleh swadaya kemandirian masyarakat warga desa yang di dukung adanya dana subsidi Pemerintah Pusat yang setiap tahun diberikan. Berbeda dengan sekarang dengan adanya UU Nomor 33 Tahun 2004 yang mengatur keseimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, desa mendapatkan kucuran Dana ADD.bagian dari DAU Pemerintah Kabupaten dari Pemerintah Pusat.

 

  • Kondisi Geografis

Secara geografis Desa Sunberarum  terletak pada posisi 7°21′-7°31′ Lintang Selatan dan 110°10′-111°40′ Bujur Timur. Topografi  desa ini adalah berupa dataran tinggi dengan ketinggian yaitu sekitar 300 m di atas permukaan air laut. Letak Desa  Sumberarum berada diantara 2 desa lain yang juga masih termasuk dalam wilayah kecamatan Wates dan kecamatan Binangun kabupaten Blitar . Adapun batas desa tersebut adalah :

  1. Sebelah Barat berbatasan dengan : Desa Sumberkembar Kec Binangun
  2. Sebelah Timur berbatasan dengan : Desa Mojorejo Kec Wates
  3. Sebelah Selatan berbatasan dengan: DesaTulungrejoWates
  4. Sebelah Utara berbatasan dengan : Desa Binangun .Binangun
  • Lokasi Desa
  1. Jarak desa ke ibu kota Kecamatan = 5 Km
  2. Waktu tempuh ke Kecamatan = 10  Menit
  3. Jarak tempuh ke ibu kota Kabupaten = 42  Km
  4. Waktu tempuh ke kabupaten = 60 Menit
  5. Ketersediaan angkutan umum = tersedia setiap hari.

 

  • Kondisi Fisik Desa

Desa Sumberarum merupakan wilayah yang terdiri dari pemukiman penduduk , tanah tegalan , perkebunan rakyat ,  lahan persawahan dengan  luas wilayah desa 29 Km2   atau 280,96 Ha. Dimana seluas 80 Ha adalah pemukiman penduduk dan sisanya adalah lahan kering & areal persawahan. Iklim Desa Sumberarum  berdasarkan data BPS kabupaten Blitar tahun 2013, selama tahun 2013 curah hujan di Desa Sumberarum  rata-rata mencapai 2.400 mm. Curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Desember hingga mencapai 405,04 mm yang merupakan curah hujan tertinggi selama kurun waktu 2014-2019.

  • Demografi

Berdasarkan data Administrasi Pemerintahan Desa tahun 2014 jumlah penduduk Desa Sumberarum  adalah terdiri dari 502 KK, dengan jumlah total 1.511 jiwa, dengan rincian 761 laki-laki dan 755 perempuan sebagaimana tertera  pada Tabel 4.

Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia

No

Usia

Laki-laki

Perempuan

Jumlah

Prosentase

1

0-4

29 Orang

43 Orang

72 Orang

4,75%

2

5-9

64 Orang

48 Orang

112 Orang

7,39%

3

10-14

60 Orang

56 Orang

116 Orang

7,57%

4

15-19

57 Orang

60 Orang

127 Orang

8,38%

5

20-24

57 Orang

53 Orang

110 Orang

7,26%

6

25-29

65 Orang

59 Orang

124 Orang

8,18%

7

30-34

54 Orang

65 Orang

119 Orang

7,85%

8

35-39

64 Orang

60 Orang

124 Orang

8,18%

9

40-44

57 Orang

56 Orang

113 Orang

7,59%

10

45-49

52 Orang

46 Orang

98 Orang

6,49%

11

50-54

63 Orang

46 Orang

109 Orang

7,19%

12

55-58

49 Orang

32 Orang

81 Orang

5,35%

13

>59

101 Orang

110 Orang

211 Orang

4,98%

   Jumlah Total

772 Orang

 759 Orang

1.516 Orang

100,00%

Dari data di atas nampak bahwa penduduk usia produktif pada usia 20-49 tahun Desa Sumberarum  sekitar 797 atau hampir 52,6%. Hal ini merupakan modal berharga bagi pengadaan tenaga produktif dan SDM.

Tingkat kemiskinan di Desa Sumberarum  termasuk tinggi. Dari jumlah 502 KK di atas, sejumlah 502 KK tercatat sebagai Pra Sejahtera; 264 KK tercatat Keluarga Sejahtera I ; 113 KK  tercatat Keluarga Sejahtera II; 121 KK tercatat Keluarga Sejahtera III; 4 KK sebagai sejahtera III plus. Jika KK golongan Pra-sejahtera dan KK golongan I digolongkan sebagai KK golongan miskin, maka lebih 50% KK Desa Sumberarum adalah keluarga miskin.

 

  • Pendidikan

Pendidikan adalah satu hal penting dalam memajukan tingkat SDM (Sumber Daya Manusia) yang dapat berpengaruh dalam jangka panjang pada peningkatan perekonomian. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka akan mendongkrak tingkat kecakapan masyarakat yang pada gilirannya akan mendorong tumbuhnya ketrampilan kewirausahaan dan lapangan kerja baru, sehingga akan membantu program pemerintah dalam mengentaskan pengangguran dan kemiskinan. Prosentase tinggkat pendidikan Desa Sumberarum  dapat dilihat pada Tabel 5.

Tingkat Pendidikan Masyarakat

No

Keterangan

Jumlah

Prosentase

1

Buta Huruf Usia 10 tahun ke atas

53

3,50

2

Usia Pra-Sekolah

72

4,75%

3

Tidak Tamat SD

51

3,30%

4

Tamat Sekolah SD

897

59,20%

5

Tamat Sekolah SMP

413

23,37%

6

Tamat Sekolah SMA

64

4,22%

7

Tamat Sekolah PT/ Akademi

25

1,65%

       Jumlah Total

1.116

100  %

Dari data pada table di atas menunjukan bahwa mayoritas penduduk Desa Sumberarum  hanya mampu menyelesaikan sekolah di jenjang pendidikan wajib belajar sembilan tahun (SD dan SMP). Dalam hal kesediaan sumber daya manusia (SDM) yang memadahi dan mumpuni, keadaan ini merupakan tantangan tersendiri.

Rendahnya kualitas tingkat pendidikan di Desa Sumberarum tidak terlepas dari terbatasnya sarana dan prasarana pendidikan yang ada, di samping tentu masalah ekonomi dan pandangan hidup masyarakat. Sarana pendidikan di Desa Sumberarum baru tersedia di tingkat pendidikan dasar 9 tahun (SD dan SMP), sementara untuk pendidikan tingkat menengah ke atas berada di tempat lain yang relatif jauh.

Sebenarnya ada solusi yang bisa menjadi alternatif bagi persoalan rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM) di Desa Sumberarum  yaitu melalui pelatihan dan kursus. Namun sarana atau lembaga ini ternyata juga belum tersedia dengan baik di Desa Sumberarum Bahkan beberapa lembaga bimbingan belajar dan pelatihan yang pernah ada tidak bisa berkembang.

  • Kesehatan

Masalah pelayanan kesehatan adalah hak setiap warga masyarakat dan merupakan hal yang penting bagi peningkatan kualitas masyarakat kedepan. Masyarakat yang produktif harus didukung oleh kondisi kesehatan. Salah satu cara untuk mengukur tingkat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari banyaknya masyarakat yang terserang penyakit. Dari data yang ada menunjukkan adanya jumlah masyarakat yang terserang penyakit relatif tinggi. Adapun penyakit yang sering diderita antara lain infeksi pernapasan akut bagian atas, malaria, penyakit sistem otot dan jaringan pengikat. Data tersebut menunjukkan bahwa gangguan kesehatan yang sering dialami penduduk adalah penyakit yang bersifat cukup berat dan memiliki durasi lama bagi kesembuhannya, yang diantaranya disebabkan perubahan cuaca serta kondisi lingkungan yang kurang sehat. Ini tentu mengurangi daya produktifitas masyarakat  Desa Sumberarum  secara umum.

Sedangkan data orang cacat mental dan fisik juga cukup tinggi jumlahnya. Tercatat penderita bibir sumbing berjumlah 1 orang, tuna wicara 3 orang, tuna rungu 4 orang, tuna netra 1 orang, dan lumpuh 6 orang. Data ini menunjukkan masih rendahnya kualitas hidup sehat di Desa Sumberarum

Hal yang perlu juga dipaparkan di sini adalah terkait keikut sertaan masyarakat dalam KB. Terkait hal ini peserta KB aktif di Desa Sumberarum  berjumlah 272 pasangan usia subur dari  jumlah  Wanita Usia Subur (WUS) sebanyak 391 orang. Sedangkan jumlah bayi yang diimunisasikan dengan Polio dan DPT-1 berjumlah 21 bayi. Tingkat partisipasi demikian ini relatif tinggi walaupun masih bisa dimaksimalkan mengingat cukup tersedianya fasilitas kesehatan berupa sebuah Puskesmas, dan Polindes di Desa Sumberarum  Maka wajar jika ketersediaan fasilitas kesehatan yang relatif langka ini berdampak pada kualitas kelahiran bagi bayi lahir. Dari 72 kasus bayi lahir pada tahun ini, tidak ada bayi yang tidak tertolong.

Hal yang perlu juga dipaparkan di sini adalah kualitas balita. Dalam hal ini, dari jumlah 72 balita di tahun ini, masih terdapat 1 balita bergizi buruk, 19 balita bergizi kurang dan lainnya sedang dan baik. Hal inilah kiranya yang perlu ditingkatkan perhatiannya agar kualitas balita Desa Sumberarum  ke depan lebih baik.   

  • Keadaan Sosial

Dengan adanya perubahan dinamika politik dan sistem politik di Indonesia yang lebih demokratis, memberikan pengaruh kepada masyarakat untuk menerapkan suatu mekanisme politik yang dipandang lebih demokratis. Dalam konteks politik lokal Desa Sumberarum, hal ini tergambar dalam pemilihan kepala desa dan pemilihan-pemilihan lain (pilleg, pilpres, pemillukada, dan pimilugub) yang juga melibatkan warga masyarakat desa secara umum.

Khusus untuk pemilihan Kepala Desa Sumberarum, sebagaimana tradisi kepala desa di Jawa, biasanya para peserta (kandidat) nya adalah mereka yang secara trah memiliki hubungan dengan elit kepala desa yang lama. Hal ini tidak terlepas dari anggapan masyarakat banyak di desa-desa bahwa jabatan kepala desa adalah jabatan garis tangan keluarga-keluarga tersebut. Fenomena inilah yang biasa disebut  pulung  dalam tradisi jawa- bagi keluarga-keluarga tersebut.

Jabatan kepala desa merupakan jabatan yang tidak serta merta dapat diwariskan kepada anak cucu. Mereka dipilh karena kecerdasan, etos kerja, kejujuran dan kedekatannya dengan warga desa. Kepala desa bisa diganti sebelum masa jabatannya habis, jika ia melanggar peraturan maupun norma-norma yang berlaku. Begitu pula ia bisa diganti jika ia berhalangan tetap.

Karena demikian, maka setiap orang yang memiliki dan memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan dalam perundangan dan peraturan yang berlaku, bisa mengajukan diri untuk mendaftar menjadi kandidat kepala desa. Fenomena ini juga terjadi pada pemilihan Kepala Desa pada tahun 2013. Pada pilihan kepala desa ini partisipasi masyarakat sangat tinggi, yakni hampir 95%. Tercatat ada dua kandidat kepala desa pada waktu itu yang mengikuti pemilihan kepala desa. Pilihan kepala Desa bagi warga masyarakat Desa Sumberarum  seperti acara perayaan desa.

Pada bulan Juli dan Nopember 2008  masyarakat juga dilibatkan dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur putaran I dan II secara langsung. Walaupun tingkat partisipasinya lebih rendah dari pada pilihan kepala Desa, namun hampir 70% daftar pemilih tetap, memberikan hak pilihnya. Ini adalah proggres demokrasi yang cukup signifikan di Desa Sumberarum .

Setelah proses-proses politik selesai, situasi desa kembali berjalan normal. Hiruk pikuk warga dalam pesta demokrasi desa berakhir dengan kembalinya kehidupan sebagaimana awal mulanya. Masyarakat tidak terus menerus terjebak dalam sekat-sekat kelompok pilihannya. Hal ini ditandai dengan kehidupan yang penuh tolong menolong maupun gotong royong.

Walaupun pola kepemimpinan ada di Kepala Desa namun mekanisme pengambilan keputusan selalu ada pelibatan masyarakat baik lewat lembaga resmi desa seperti Badan Perwakilan Desa maupun lewat masyarakat langsung. Dengan demikian terlihat bahwa pola kepemimpinan di Wilayah Desa Sumberarum  mengedepankan pola kepemimpinan yang demokratis.

Berdasarkan deskripsi beberapa fakta di atas, dapat dipahami bahwa Desa Sumberarum  mempunyai dinamika politik lokal yang bagus. Hal ini terlihat baik dari segi pola kepemimpinan, mekanisme pemilihan kepemimpinan, sampai dengan partisipasi masyarakat dalam menerapkan sistem politik demokratis ke dalam kehidupan politik lokal. Tetapi terhadap minat politik daerah dan nasional terlihat masih kurang antusias. Hal ini dapat dimengerti dikarenakan dinamika politik nasional dalam kehidupan keseharian masyarakat Desa Sumberarum  kurang mempunyai greget, terutama yang berkaitan dengan permasalahan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat secara langsung.

Berkaitan dengan letaknya yang berada diperbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah suasana budaya masyarakat Jawa sangat terasa di Desa Sumberarum  Dalam hal kegiatan agama Islam misalnya, suasananya sangat dipengaruhi oleh aspek budaya dan sosial Jawa. Hal ini tergambar dari dipakainya kalender Jawa/ Islam, masih adanya budaya nyadran, slametan, tahlilan, mithoni, dan lainnya, yang semuanya merefleksikan sisi-sisi akulturasi budaya Islam dan Jawa.

Dengan semakin terbukanya masyarakat terhadap arus informasi, hal-hal lama ini mulai mendapat respon dan tafsir balik dari masyarakat. Hal ini menandai babak baru dinamika sosial dan budaya, sekaligus tantangan baru bersama masyarakat Desa Sumberarum  Dalam rangka merespon tradisi lama ini telah mewabah dan menjamur kelembagaan sosial, politik, agama, dan budaya di Desa Sumberarum  Tentunya hal ini membutuhkan kearifan tersendiri, sebab walaupun secara budaya berlembaga dan berorganisasi adalah baik tetapi secara sosiologis ia akan beresiko menghadirkan kerawanan dan konflik sosial.

Dalam catatan sejarah, selama ini belum pernah terjadi bencana alam dan sosial yang cukup berarti di Desa Sumberarum  Isu-isu terkait tema ini, seperti kemiskinan dan bencana alam, tidak sampai pada titik kronis yang membahayakan masyarakat dan sosial.

 

2.1.3.4.    Keadaan Ekonomi

Tingkat pendapatan rata-rata penduduk Desa Sumberarum Rp.30,000 per hari. Secara umum mata pencaharian warga masyarakat Desa Sumberarum  dapat teridentifikasi ke dalam beberapa sektor yaitu pertanian, jasa/perdagangan, industri dan lain-lain. Berdasarkan data yang ada, masyarakat yang bekerja di sektor pertanian berjumlah 852 orang, yang bekerja disektor jasa berjumlah 112 orang, yang bekerja di sektor industri 21 orang, dan bekerja di sektor lain-lain 103 orang. Dengan demikian jumlah penduduk yang mempunyai mata pencaharian berjumlah 1,088 orang. Berikut ini adalah tabel jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian.

  • Mata Pencaharian Masyarakat

No

Mata Pencaharian

Jumlah

Prosentase

 

1

Pertanian

852 orang

78,31%

 

2

Jasa/ Perdagangan

1. Jasa Pemerintahan

2. Jasa Perdagangan 

3. Jasa Angkutan

4. Jasa Ketrampilan

5. Jasa lainnya

 19 orang

56 orang

12 orang

7 orang

18 orang

1,77%

5,15%

1,10%

0,64%

1,65%

 

3

 Sektor Industri

21 orang

1,93%

 

4

Sektor lain

103 orang

9,47%

 

Jumlah

1.088 orang

100 %

 

Dengan melihat data di atas maka angka pengangguran di Desa Sumberarum  masih cukup rendah. Berdasarkan data lain dinyatakan bahwa jumlah penduduk usia 20-55 yang belum bekerja berjumlah 48 orang dari jumlah angkatan kerja sekitar 986 orang. Angka-angka inilah yang merupakan kisaran angka pengangguran di Desa Sumberarum

Scroll to Top